Dengan demikian, rute yang diarahkan juga lebih efisien dan estimasi waktu tiba menjadi lebih akurat dan akan menambah ketepatan waktu.
Di Indonesia, Grab telah beroperasi di 224 kota dari Sabang hingga Merauke. Hasil penelitian Riset Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics, Grab telah berkontribusi sebesar 48,9 triliun rupiah bagi perekonomian Indonesia di tahun 2018. Selain transportasi, bisnis layanan pesan-antar makanan GrabFood juga berkembang pesat di Indonesia, beroperasi di 178 kota di Indonesia dengan volume pengiriman tumbuh hampir 10 kali lipat pada tahun 2018.
Sosiolog dan Peneliti Independen, Bayu A Yulianto mengatakan, ngaret telah menjadi kebiasaan yang sulit untuk ditinggalkan. Hal ini berdampak pada produktivitas bisa terganggu.
“Masyarakat sebetulnya bisa memanfaatkan transportasi online sebagai armada pendukung mereka dalam mencapai tempat tujuan dengan nyaman dan cepat,” katanya.