Anggota Komisi VII DPR, Gandung Pardiman mengaku sengaja mengundang Lipi ke Kullonprogo sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Komisi VII DPR, kata dia, selama ini bermitra dengan Lipi, PLN ataupun Pertamina. Sehingga tidak salah kemudian membawa Lipi ke Kulonprogo untuk melakukan kerja sama.
"Kita akan mendukung pengembangan potensi yang ada di Kulonprogo demi kesejahteraan masyarakatnya," tutur politisi Partai Golkar ini.
Gandung mengajak masyarakat untuk cerdas dalam memilih pemimpin dan wakilnya. Mereka harus bisa kiprah dan prestasi yang sudah ada. "Pemimpin harus mampu bekerja, jangan hanya bicara politik," ujarnya.
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Bupati berharap kerja sama ini bisa mengembangkan potensi beras organik yang ada di Kulonprogo.
Setidaknya ada 200 hektare lahan yang dikembangkan untuk pertanian padi organik. Benih yang dikembangkan merupakan varietas lokal yang dikenal dengan padi Menoreh. "Varietas ini sudah empat tahun kita observasi, dan sudah kita daftarkan sertifikasi varietas in," katanya.
Jika produk ini sukses, Kulonprogo telah memiliki pangsa pasar. Setiap bulan PNS membeli minimal 10 kilogram beras yang diproduksi petani. Padahal ada 6.000 PNS, 4.000 perangkat desa dan ada 4.000an tenaga honorer. "Ini adalah salah satu gerakan Bela Beli Kulonprogo," tandasnya.
Beras produksi petani juga sudah diserap oleh Bulog. Dalam pengadaan beras untuk memenuhi kebutuhan raskin, Bulog bekerja sama dengan Gapoktan untuk membeli beras lokal.