Dituding Hilangkan Berkas PTSL, Calon Lurah Wijirejo: Kalau Mau Kampanye Hitam Silakan

Yohanes Demo
Pemilihan lurah atau pilkades di Kabupaten Bantul makin dekat. (Foto: Ilustrasi/Ist)

BANTUL, iNews.id - Pemilihan lurah atau pilkades di Kabupaten Bantul makin dekat. Beragam cara kampanye pun mulai dilakukan oleh setiap calon lurah untuk menarik simpati warga.

Tak jarang, kampanye hitam (black campaign) kerap dilakukan oleh oknum calon maupun tim pemenangan untuk menjatuhkan lawan-lawannya. Seperti halnya yang terjadi dan ramai diperbincangkan oleh masyarakat di Kalurahan Wijirejo, Kapanewon Pandak.

Narya Tri Widada, satu dari 4 calon lurah Wijirejo diduga diserang oleh lawannya. Dia diberitakan melakukan kesalahan menghilangkan berkas-berkas pengajuan PTSL tahun 2017 di Kalurahan Wijirejo oleh salah satu media di Bantul.

Terkait adanya pemberitaan, Narya pun angkat bicara, dengan tegas ia mengatakan jika tuduhan yang ditujukan kepada dirinya tersebut tidak benar. Narya yang saat ini menjabat sebagai Jagabaya di Kalurahan Wijirejo mengatakan jika dirinya bahkan tidak pernah secara langsung menangani pengajuan PTSL warga.

"Memang betul saya sebagai Jagabaya, tetapi untuk urusan sertifikat tanah lewat program PTSL pemerintah pusat, saya tidak ikut terlibat. Waktu itu (2017) ada pihak ketiga yang mengurusi itu (PTSL)," kata dia, Jumat (16/09/2022).

Berdasarkan apa yang ia ketahui sebagai pejabat struktural di kalurahan, Narya mengakui jika dalam prosesnya, pengurusan dokumen PTSL sempat terjadi masalah. Namun hal tersebut bisa diselesaikan oleh petugas yang menangani.

"Memang ada beberapa sertifikat tanah yang minta direvisi. Tetapi kalau sampai data hilang bahkan disebutkan sampai 200 itu tidak ada sama sekali. Waktu itu ada yang salah denah pun tidak sampai 10 sertifikat," ujarnya.

Ia meyakini jika kabar tersebut merupakan cara yang dilakukan oleh salah satu calon lurah untuk membuat citra buruk terhadap dirinya. Pasalnya, masalah itu baru mencuat ketika akan dilaksanakannya pemilihan lurah.

"Namanya mau pilihan (pilur) biasa. Kalau mau kampanye hitam silahkan, tapi sekarang masyarakat sudah pintar. Kalau demokrasi kan tidak ada pemaksaan. Masyarakat bebas memilih. Tetapi yang saya harapkan masyarakat harus tetap tentram," ujarnya.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kehabisan Bekal, Sejoli asal Kolombia Ditangkap saat Ngamen di Lampu Merah Bantul

57 tahun lalu

Tragis! Diajak Kakek Cari Rumput, Bocah di Bantul Tewas Tertimpa Buis Beton

57 tahun lalu

Terungkap Motif Pembunuhan di Bantul, Pelaku Tersinggung Ucapan Korban saat Pesta Miras

57 tahun lalu

Pembunuhan Pria di Bantul Terungkap, 2 Pelaku Sempat Ikut Melayat Korban

57 tahun lalu

Sempat Tumpang Tindih, Pemerintah Pulihkan Sertifikat Tanah Transmigran di Kotabaru Kalsel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal