Mengenai kunjungan menteri yang sudah beberapa kali datang untuk melihat progress pembangunan bandara NYIA, Faik mengaku senang. Setidaknya sudah ada tiga menteri yang datang selama proses pembangunan, yakni Menko Maritim Luhut Pandjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan kali ini Menko Perekonomian. Sejumlah komisi di DPR RI juga kerap datang untuk melihat perkembangunan pembangunan.
“Ini kan proyek strategis nasional dan kehadiran mereka menjadi semangat bagi kami,” ujarnya.
Menko Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, sebenarnya pemerintah berharap penerbangan internasional di NYIA baru dilaksanakan pada bulan Juni 2020. Namun, PT AP I cukup berjuang dan mampu menunjukkan perkembagan pembangunan yang bagus. “Kami tidak mengira akan begini, ini akan cepat berubah,” ujar Darmin.
Darmin mengatakan, bandara itu ditargetkan sudah bisa beroperasi untuk melayani penerbangan internasional pada April nanti. Selama ini di Yogyakarta hanya ada dua penerbangan internasional, dari Malaysia dan Singapura. Selebihnya turis asing akan datang lewat Bali atau Jakarta.
Namun, dengan adanya bandara baru ini, dipastikan akan banyak penerbangan internasional. Pasalnya, DIY merupakan daerah wisata yang banyak dikunjungi wisatawan. “Jogja akan lebih cepat maju pariwisatanya karena akan bisa didarati pesawat berbadan lebar,” katanya.
Darmin juga bangga dengan perkembangan pembangunan yang baik. Ini bisa dilihat dari konektivitas angkutan udara dan masyarakat sekitar. Meski belum terhubung dengan jalur kereta api, dari sisi udara bandara ini sudah akan bisa dimanfaatkan.