Dikukuhkan Jadi Guru Besar Farmasi UGM, Prof Satibi: Pengelolaan Obat Masih Formalitas

Kuntadi
Prof Satibi dikukuhkan sebagai Guru Besar Farmasi UGM. (Foto: doc/Humas UGM)

Faktor yang mempengaruhi ketersediaan obat di fasilitas kesehatan ditentukan oleh dokter, pasien dan tenaga farmasi. Dokter sebagai penulis resep harus menerapkan dan patuh terhadap pedoman pengobatan dan formularium serta peresepan generik obat e-catalogue.

Sedangkan tenaga kefarmasian khususnya apoteker bertanggungjawab kepada pasien dan menjamin ketersediaan obat yang bermutu, berkhasiat dan aman. Hanya saja keberadaan apoteker di fasilitas kesehatan terutama puskesmas saat ini masih sangat rendah. 

“Kurangnya tenaga farmasi yang kompeten dalam pengelolaan obat menyebabkan terbatasnya kewenangan pengelolaan obat menjadi terbatas,” katanya.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Viral! Lurah di Bandung Mengamuk di Puskesmas, BKPSDM Bereaksi

57 tahun lalu

Kebakaran Puskesmas Tiron di Kediri, Kerugian Tembus Rp1 Miliar

57 tahun lalu

Kebijakan Kita Goes to Campus di UGM, Mahasiswa Diajak Hidupkan Kembali Dialog Kritis

57 tahun lalu

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Eks Puskesmas Pembantu di Lombok Timur

57 tahun lalu

Oknum Guru Besar Unpad Diduga Lecehkan Mahasiswa Asing, Ini Respons Rektor

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal