Dibungkus Kreneng, Ingkung Ayam Cancut Taliwondo Bumbu Rempahnya Meresap ke Dalam Daging

Trisna Purwoko
Proses memasak ingkung ayam Mbah Kentol dengan cara tradisional. (foto: iNews.id/Trisna Purwoko)

Kreneng bambu dibuat untuk mengikat ayam, agar ketika dimasak tidak lepas. Selain itu agar terhadi keunikan dan lebih terkesan tradisional. Proses memasak membutuhkan waktu minimal empat jam agar bumbu lebih meresap dan dagingnya empuk. Proses memasaknya juga menggunakan api dari arang dengan tungku tradisional. 

Satu porsi ayam ingkung kreneng dijual dengan harga Rp160.000, yang cukup untuk dinikmati empat hingga tujuh orang. Setiap harinya, warung ini mampu menjual 10 sampai dengan 20 ingkung. 

“Saat akhir pekan biasanya penjualan lebih banyak,” katanya. 

Salah satu konsumen Nurul Hikmah mengaku sudah lama menjadi langganan warung ingkung kentolan. Dagingnya lebih empuk dengan citarasa dan bumbu yang masuk sampai ke dalam. Biasanya dia datang saat akhir pekan bersama dengan keluarga dan teman-temannya.

“Bumbunya lebih lebih terasa dan dagingnya lebih empuk,” katanya.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kehabisan Bekal, Sejoli asal Kolombia Ditangkap saat Ngamen di Lampu Merah Bantul

57 tahun lalu

Tragis! Diajak Kakek Cari Rumput, Bocah di Bantul Tewas Tertimpa Buis Beton

57 tahun lalu

Terungkap Motif Pembunuhan di Bantul, Pelaku Tersinggung Ucapan Korban saat Pesta Miras

57 tahun lalu

Pembunuhan Pria di Bantul Terungkap, 2 Pelaku Sempat Ikut Melayat Korban

57 tahun lalu

Perkelahian Kelompok Pemuda di Imogiri Gunakan Senjata Tajam, 2 Orang Dilarikan ke RS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal