Diakui Rusia sebagai Negara Merdeka, Donetsk dan Luhansk Gelar Pesta Kembang Api

Sindonews
Muhaimin
Rakyat Donetsk berpesta kembang api setelah wilayahnya dan Luhansk di Ukraina timur diakui Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai negara merdeka. (Foto :Russia Today)

Kiev juga mengeklaim bahwa penembakan dan serangan oleh penyabot telah dilakukan oleh pasukan republik pemberontak itu sendiri, sebagai operasi false flag (bendera palsu) untuk membingkai Ukraina atas eskalasi. 

Donetsk dan Luhansk memisahkan diri dari Ukraina pada tahun 2014, menyusul kudeta Maidan di Kiev, yang menggulingkan pemerintah yang terpilih secara demokratis. 

Pemberontakan di timur negara itu berubah menjadi konflik bersenjata, fase paling keras yang dihentikan pada 2015 dengan gencatan senjata yang ditandatangani di Minsk, Belarusia. 

Menurut Putin, pihak berwenang Kiev belum benar-benar menerapkan apa pun yang dibayangkan dalam perjanjian Minsk, dengan jelas menunjukkan bahwa mereka hanya berusaha untuk mengakhiri konflik dengan kekerasan daripada melalui negosiasi. “Mereka tidak tertarik pada solusi damai—mereka ingin memulai Blitzkreig,” klaim Putin.  “Setiap hari mereka mengumpulkan pasukan di Donbass.”

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Terkuak! WNA Ukraina Dibunuh 7 Orang di Bali, 6 Tersangka Buron ke Luar Negeri

57 tahun lalu

Viral Lapak Kembang Api Terbakar di Jombang, Petasan Meledak Beruntun di Jalan Raya

57 tahun lalu

20 Jam Terapung di Laut, Turis Rusia Hilang Saat Surfing di Nusa Dua Ditemukan Nelayan

57 tahun lalu

Pedagang Kembang Api Tewas Ditabrak Mobil di Palangka Raya, Pengemudi Diduga Mabuk

57 tahun lalu

Larang Kembang Api dan Petasan Tahun Baru di Jabar, Kapolda Ajak Warga Doa Bersama

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal