Mereka bekerja secara shift. Sebanyak 10 orang masuk hari ini dan 10 orang masuk di hari berikutnya. Begitu seterusnya. Dalam sehari, dapur umum ini memberikan bantuan makan bagi warga terdampak Covid-19 di selter tiga kali. Pagi, siang, dan sore, makanan disediakan dalam bentuk nasi siap saji beserta lauk pauk, minuman, dan juga buah-buahan.
Setiap hari, tim yang ada di dapur umum bekerja cekatan. Seakan berpacu dengan waktu, mereka membungkus paket makanan dengan cepat. Setelah makanan siap, ada petugas yang mengambil, lalu mendistribusikan ke selter.
Jadwal pemberian makanan pagi dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Siang maksimal pukul 11.00 WIB dan sore maksimal pukul 18.00 WIB. Dengan begitu, tim yang kebagian jatah memasak hari itu sudah siaga di lokasi dapur umum sejak dini hari dan baru berakhir sore hari.
“Persiapan untuk makan pagi dimulai pukul 03.00 WIB, makan siang pukul 09.00 WIB dan sore mulai pukul 15.00 WIB. Semua diawali dengan racik-racik makanan,” katanya.
Menurut Nanang, saat ini selter rata-rata menyiapkan 200-250 paket makanan atau dalam satu hari 600-650 paket makanan untuk diantarkan ke selter. Meski begitu, yang menjadi kendala jika tiba-tiba ada tambahan warga yang isolasi. Padahal paket makanan yang disiapkan hanya untuk yang terdaftar. Sebagai solusinya, ada cadangan 10 paket makanan yang harus menjadi jatah relawan.