Dampak Kenaikan BBM, Organda DIY Naikkan Tarif Angkutan 18-22 Persen

Antara
Kondisi Terminal Giwangan Yogyakarta. (Foto : MPI/erfan erlin)

Hantoro berharap kenaikan tarif angkutan umum yang diklaim tidak signifikan tersebut tidak berdampak pada penurunan okupansi atau keterisian angkutan, baik AKAP, AKDP, maupun pariwisata.

Ia menyebutkan untuk bus AKAP di DIY saat hari biasa okupansinya masih mencapai 60 persen dan mencapai 85 hingga 90 persen saat akhir pekan.

"Bus pariwisata sekarang juga sudah mulai menggeliat bisa sampai 95 hingga 100 persen saat weekend dan weekdays saat ini di angka 65 sampai 70 persen. Kalau Mei sampai Juni kemarin, di angka 80 persen. Akan tetapi, pada bulan Juli—Agustus agak turun meski kini sudah merangkak kembali," ucapnya.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
14 hari lalu

Mahasiswa dan Pemuda Demo di Surabaya, Tolak Kenaikan Harga BBM dan Liberalisasi Energi

1 bulan lalu

Demo BEM USU Memanas, Mahasiswa Berupaya Masuk Gedung DPRD Sumut

1 bulan lalu

Imbas Pertamax Naik Rp16.250, Mobil Pelat Merah di Sidoarjo Ikut Antre Isi Pertalite

4 bulan lalu

Isu BBM Naik 1 April, Warga Serbu SPBU di Cilegon hingga Picu Antrean ke Jalan Raya

2 tahun lalu

Ketum Organda Dorong Peningkatan Kesadaran Pentingnya Keselamatan Jalan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal