"Terima kasih untuk bantuan dari berbagai pihak sehingga mampu untuk identifikasi kontak. Kasus diisolasi lebih dari 90 persen, kita 95 persen lebih dari standar. Pasien Covid-19 mendapat pelayanan sesuai standar, ada sebagian yang tidak bisa kita layani (harus isolasi mandiri),” katanya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kulonprogo Ariadi mengatakan penanganan Covid-19 tidak ada perubahan. Hanya ada sedikit perubahan secara visual karena pelaksanaan hingga saat ini masih di Taman Budaya Kulonprogo dengan bertenda. Rencananya akan berpindah di Kantor BPBD Pusdalop.
Untuk pelayanan kepada masyarakat tidak ada perubahan. Masih kita laksanakan dekontaminasi wilayah yang terkonfirmasi. Kemudian kita juga laksanakan pemakaman Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun terkonfirmasi Covid-19. Yang kita laksanakan mulai bulan April sampai Agustus kemarin ada 38 kali pemakaman yang sudah dilaksanakan. Kemudian ada 38 titik untuk wilayah dekontaminasi.
"Ada 300 armada yang sudah kita dekontaminasi di posko. Penanganannya tidak harus oleh pemerintah, tetapi bersama-sama dengan masyarakat kemudian juga didukung dari akademisi, swasta, serta media, sehingga penta helix bisa berjalan di Kabupaten Kulonprogo,” katanya.