Cerita Petani di Sekitar TPST Piyungan yang Gagal Panen akibat Banjir Sampah

erfan erlin
Sebuah truk membawa sampah tak bisa masuk ke area TPST Piyungan akibat aksi pemblokiran jalan oleh warga. (Foto : MPI/erfan erlin)

Jika sampah membanjiri lahan mereka maka tentu mereka  harus mengeluarkan biaya ekstra. Petani harus membersihkan sampah terlebih dahulu dari lahan mereka ketika akan memulai masa tanam. 

Tak hanya membutuhkan biaya ekstra, namun juga waktu yang cukup lama. Di lahan dia seluas sekitar 3.000 meter persegi, Sukadi membutuhkan waktu dua minggu untuk membersihkan dan meratakan lahannya.

Kepala Balai Pengelolaan Sampah TPST Piyungan, Jito mengakui jika sampah sering longsor terutama di musim penghujan. Pasalnya sampah-sampah tersebut bercampur antara organik dengan anorganik.

"Kalau sampah tersebut campur kan tidak bisa menyatu sehingga gampang longsor," kata dia.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sampah Berserakan Usai Konvoi Kemenangan Persib Bandung, Botol hingga Sisa Mercon

57 tahun lalu

Tepergok Buang Sampah Sembarangan, Pengendara Mobil Cekcok dengan Warga di Labuhanbatu

57 tahun lalu

Zona 4 TPST Bantargebang Ditutup Imbas Longsor, Pengiriman Sampah dari Jakarta Terganggu

57 tahun lalu

Hujan Angin di Bandung Tumbangkan Puluhan Pohon, Sejumlah Kendaraan Rusak Tertimpa

57 tahun lalu

Hujan Deras Picu Longsor di Kulonprogo, 4 Rumah Rusak dan Sejumlah Jalan Tertutup

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal