Cerita Mbah Harjo Suwito, Pengungsi Tertua yang Pernah Kerja Paksa di Zaman Jepang

Priyo Setyawan
Pengungsi tertua Harjo Suwito warga Kalitengah Lor, Glagajaro, Cangkringan saat berada di barak pengungsian Glagaharjo Rabu (11/11/2020). (Foto : SINDOnews/ Priyo Setyawan

Harjo Suwito mengaku, mengungsi di barak tidak ada masalah termasuk tidak ada gangguan kesehatan. Apalagi sudah setahun ini, karena sudah tidak kuat lagi berjalan, dirinya sehari-harinya hanya di rumah saja. Sebelumnya saat masih sehat, kegiatan seharinya mencari rumput untuk makanan ternak sapinya. Saat ini Harjo memiliki dua ternak sapi.

“Saat ini saya kalau berjalan harus pakai tongkat. Yang mencari rumput anak saya,” terangnya.

Mengungsi di barak, bukan yang pertama bagi Harjo Suwito. Sebelumnya saat erupsi Merapi juga mengungsi di barak. Namun dia lupa sudah berapa kali mengungsi di barak. Untuk usianya sendiri menurutnya waktu mengungsi saat erupsi Merapi 2010 lalu, sekitar 110 tahun. Dia mengungsi bersama istrinya Parmikem, yang usianya juga sudah satu abad.

Bersama istrinya, Harjo Suwito menempati bilik 22. Pasangan tersebut memiliki empat anak laki-laki. Dari jumlah itu tiga anak laki-lakinya berada di luar daerah dan tinggal satu anak yang masih bersama dirinya.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Banjir Karawang Kian Parah, Ribuan Warga Mengungsi hingga ke Jalanan

57 tahun lalu

Bantuan Logistik Tak Merata, Pengungsi Banjir di Halmahera Barat Kelaparan

57 tahun lalu

BNPB Catat Jumlah Pengungsi Bencana Sumatra Turun 15.606 Jiwa

57 tahun lalu

Pengungsi Banjir Bandang di Gayo Lues Aceh Gelar Pengajian Sambut Tahun Baru

57 tahun lalu

Terungkap! Ini Kelompok Ritual Zikir di Candi Siwa Prambanan yang Viral di Medsos

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal