Cegah Stunting, BKKBN Gandeng Penyuluh Agama untuk Bekali Pengetahuan bagi Calon Pengantin

Kuntadi
Ustaz Wijayanto (kiri) menyerahkan sepeda kepada penyuluh agama disaksikan kepala BKKBN Hasto Wardoyo (dua dari kanan) pada sosialsiasi pencegahan stunting di Yogyakarta, Rabu (30/11/2022). (foto: istimewa)

YOGYAKARTA, iNews.id - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) menggandeng penyuluh agama untuk ikut melakukan upaya pencegahan stunting. Mereka diminta ikut membekali calon pengantin dengan pengetahuan tentang pernikahan hingga tumbuh kembang anak. 

“Mengapa kita gandeng penyuluh agama, karena mereka adalah gerbang orang mau berkeluarga. Mereka yang mau menikah datangnya ke penyuluh agama bukan ke penyuluh KB,” kata Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo pada Sosialisasi dan Pembekalan Bagi Penyuluh Agama Dalam Percepatan Penurunan Stunting, di Yogyakarta, Rabu (30/11/22). 

Melalui kerja sama ini, nantinya penyuluh agama akan mendapatkan tugas tambahan. Mereka diminta menyosialisasikan soal tumbuh kembang anak kepada calon penganin sebelum pernikahan. 

“Penyuluh agama ini akan menyampaikan pesan kepada calon pengantin untuk mencegah stuning. Dalam setahun ada 2 juta orang menikah dan 1,4 juta hamil,” kata Hasto. 

Sosialisasi ini diikuti 250 penyuluh agama, petugas KUA dan tokoh agama dari lima kabupaten/kota di DIY. Dalam kegiatan ini juga dilaunching panduan berupa audio visual yang bisa di download penyuluh agama, untuk disampaikan kepada calon pengantin. Materi ini merupakan permintaan dari Menteri Agama agar penyuluh lebih mudah memahami. 

“Kami juga membuka help desk untuk bertanya. Kami buka secara daring melalui aplikasi ELSIMIL (Elektronik Siap Nilah dan Hamil), itu bisa diakses," ujar Hasto.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Temui Wali Kota, Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Ungkap Kondisi Sang Anak

57 tahun lalu

Bangkalan Fokus Perbaikan Gizi Anak, Muhammad Mosleh: Peran Komunitas Jadi Kunci Tekan Stunting 

57 tahun lalu

Cegah Stunting, Wamendagri Ingatkan Pemda soal Anggaran Tak Efisien

57 tahun lalu

Kisah Pilu Bocah di Lebak Stunting Berat karena Keterbatasan Ekonomi, Kondisinya Mengenaskan

57 tahun lalu

Mandiri Sahabat Desa Fokus pada 200 Keluarga Risiko Stunting di Yogyakarta

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal