Cegah Paham Radikalisme Sejak Dini, BNPT Libatkan Peran Guru PAUD dan TK

Kuntadi
Ilustrasi tolak radikalisme. (Foto: Istimewa)

Amrizal menegaskan, aksi terorisme yang muncul lantaran pemahaman yang salah terhadap agama. Semestinya anak sebagai peserta didik dibekali dengan ilmu yang benar. Jihad tidak bisa diartikan dengan berperang atau membunuh saja.

“Belajar dengan sungguh itu juga sudah bagian dari jihad,” tuturnya.

Kepala FKPT DIY Mukhtasar Syamsudin mengatakan, pencegahan radikalisme harus dilakukan sejak anak-anak belajar di TK. Di sinilah guru memiliki peran strategis untuk menanamkan ilmu dan ajaran yang benar. Selain itu, sekolah juga harus bisa memberikan pemahanan dasar dan menanamkan toleransi, keterbukaan hingga menghargai perbedaan.

"Kalau ini bisa kita lakukan, tentunya akan mampu mencegah dan menangkal pengaruh radikalisme,” katanya.

Menurutnya, guru harus bisa memberikan konten pelajaran yang teduh, ramah dan mengedepanjan nilai toleransi. Jangan sampai ada sekolah yang mengajarkan ekslusifme. Apalagi sampai memisahkan antarsiswa muslim dan nonmuslim.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Info Loker Jogja Terbaru 2026: Peluang Terbuka di Sektor Jasa, Gaji Sesuai UMK

57 tahun lalu

Puncak Arus Balik Lebaran di Stasiun Tugu, Ribuan Pemudik Tinggalkan Yogyakarta

57 tahun lalu

Polda Jabar Siapkan Mudik Gratis Lebaran ke Solo dan Yogyakarta

57 tahun lalu

Jadwal Buka Puasa Ramadhan 2026 Jogja Hari Ini versi Muhammadiyah, Lengkap dengan Doa Berbuka

57 tahun lalu

Jadwal Imsak Puasa Ramadhan 2026 Muhammadiyah untuk Wilayah Jogja & Sekitarnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal