Menurut Agung, tingginya klaim BPJS yang tertunda ini juga tidak lepas dari kebijakan pusat yang menggunakan sistem paket dalam pelayanan pasien. Sehingga pengajuannya menumpuk dan tidak bisa diselesaikan secara cepat. Kasus ini juga terjadio secara nasional.
RSUD Wates saat ini masih menunggu pembayaran klaim dari BPJS sebesar Rp13,4 miliar. Utang tersebut terdiri atas pengajuan klaim Mei sebesar Rp4,4 miliar dan klaim yang tertunda dari Desember 2017 sampai Mei 2018 sebesar Rp6,6 miliar. Selain itu, ada klaim obat kronis yang nilainya sekitar Rp2,2 miliar.
Sebelumnya, foto spanduk tunggakan utang Badan Penyelengara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kulonprogo ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates, mendadak viral di media sosial (medsos). Dalam foto yang beredar luas tersebut, tertulis “BPJS nunggak bayar Rp13,4 miliar ke RSUD Wates. Demi rakyat kami tetap melayani ikhlas sepenuh hati”.
Informasi yang dirangkum iNews.id, spanduk itu dipasang pada Minggu (29/7/2018) petang oleh karyawan RSUD Wates di atas dinding sebelah barat halaman depan rumah sakit (RS) selama satu jam. Selanjutnya, spanduk kritikan ke BPJS ini diturunkan oleh managemen RS setempat, namun foto-fotonya sudah menyebar luas di jagat maya.