BPBD Yogyakarta Kewalahan Layani Pemakaman Prosedur Covid-19

Antara
Prosesi pemakaman dengan prosedur Covid-19 yang dilakukan tim dari BPBD Kota Yogyakarta (Foto : Antara )

YOGYAKARTA, iNews.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta sempat kewalahan melayani permintaan pemakaman dengan prosedur Covid-19. Bahkan selama dua hari pada Sabtu (21/11) pagi hingga Minggu (22/11) sore ada 10 permintaan yang masuk.

“Dalam waktu 36 jam, kami hanya sanggup melakukan enam kali pemakaman dengan prosedur Covid-19. Sisanya, kami meminta dukungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY,” kata Analis Bencana BPBD Kota Yogyakarta Retno Rahayu Subekti di Yogyakarta, Kamis (26/11/2020).

Retno menjelaskan pemakaman dengan prosedur Covid-19 tidak hanya diberlakukan untuk pasien meninggal dunia yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19.

Pemakaman dengan prosedur tersebut juga berlaku untuk pasien meninggal dunia yang dirawat di rumah sakit dengan diagnosa mengalami infeksi saluran pernapasan akut, pneumonia, dan penyakit saluran pernapasan lainnya.

Pemakaman dengan prosedur Covid-19 tersebut dilakukan karena biasanya pasien dengan gejala penyakit saluran pernapasan pasti akan menjalani tes usap dan terkadang hasilnya belum keluar tetapi pasien sudah meninggal dunia.

“Kami mengacu aturan dari WHO untuk pemakaman dengan prosedur Covid-19,” katanya.

Saat ini, lanjut dia, tim pemakaman dari BPBD dan Dinas Sosial Kota Yogyakarta mendapat dukungan tambahan personel dari PMI Kota Yogyakarta.

Pada awalnya, hanya ada lima tim pemakaman prosedur Covid-19 dengan empat tim aktif dan satu tim cadangan, tetapi saat ini ada tambahan 10 personel dari PMI Kota Yogyakarta sehingga ada delapan tim yang terdiri atas tujuh tim aktif dan satu cadangan.

“Dalam satu tim terdiri dari tujuh orang tetapi jumlah personel pemakaman bisa ditambah jika jenazah cukup berat dan lokasi makam sulit dijangkau karena mengangkat peti dengan pakaian hazmat bukan pekerjaan yang mudah,” katanya.

Guna memastikan kondisi kesehatan personel pemakaman terjaga dengan baik, Retno mengatakan, biasanya akan mengistirahatkan personel jika sudah melakukan tugas berat.

“Misalnya harus melakukan pemakaman saat dini hari di bawah guyuran hujan deras. Itu yang dialami tim kami pekan lalu,” katanya.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Satu Keluarga Tewas saat Glamping di Temanggung Dimakamkan Berdampingan

57 tahun lalu

Bocah di Cianjur Hilang 2 Hari Ternyata Tenggelam di Sungai, Pencarian Masih Dilakukan

57 tahun lalu

Isak Tangis Iringi Pemakaman dr Myta di OKU Selatan, Keluarga Desak Kemenkes Usut Tuntas

57 tahun lalu

Detik-Detik Mencekam Angin Kencang Terjang Ngawi, Puluhan Rumah Rusak

57 tahun lalu

Pemilik Hajatan Tewas Dikeroyok Preman di Purwakarta Dimakamkan, Keluarga Minta Keadilan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal