Berduka Atas Tragedi Kanjuruhan, Perindo DIY: Tidak Ada Sepak Bola Seharga Nyawa

Kuntadi
Ketua DPW Perindo DIY Yuni Astuti. (Foto: istimewa)

Agar kasus serupa tidak terulang, pengurus MPW Pemuda Pancasila DIY ini berharap ada perbaikan dan kerja keras dari semua pihak. Sebab sepakbola merupakan olahraga yang sangat populer di dunia termasuk di Indonesia. Antusiasme dan fanatisme para penggemar sepakbola di Indonesia ini tidaklah diragukan lagi

"Tata kelola pertandingan dan kompetisi sepakbola ke depannya harus lebih baik lagi agar tragedi seperti di Stadion Kanjuruhan tak lagi terulang. Semoga tragedi semacam ini tak lagi terjadi," katanya. 

Yuni Astuti menyarankan agar penyelenggara untuk menghentikan kompetisi untuk sementara waktu agar ada intropeksi bersama. 

"Pengelola kompetisi dan PSSI sebaiknya menghentikan liga untuk sementara waktu untuk melakukan evaluasi dan perbaikan," ucap Yuni Astuti.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Final Liga 4 Lampung Ricuh, Wasit Dikejar dan Dipukul usai Anulir Gol

57 tahun lalu

Indra Sjafri Dipecat usai Timnas Indonesia U-22 Gagal Total di SEA Games 2025

57 tahun lalu

Bikin Meleleh, Ini Komentar Shin Tae-yong jika Kembali Latih Timnas Indonesia

57 tahun lalu

Terungkap! Ini Alasan PSSI Pecat Patrick Kluivert dari Timnas Indonesia

57 tahun lalu

Laga Persib vs Persebaya, Polisi Sekat Bonek di Batas Kota Bandung Tak Boleh Hadir

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal