Bendera China Muncul saat Hari Jadi Kulonprogo, Ini Penjelasan Polisi

Kuntadi
Bendera RRC berkibar dalam sebuah parasut pada peringatan Hari Jadi Kulonprogo 15 Oktober 2018 lalu. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Kepolisian Resort (Polres) Kulonprogo telah selesai melakukan penyelidikan dalam kasus bendera China dalam parasut yang diterbangkan dari lontaran kembang api saat peringatan Hari Jadi Kulonprogo ke-67 pada 15 Oktober lalu. Hasilnya polisi tidak menemukan unsur pidana dalam kasus ini tidak ada unsur kesengajaan.

Kapolres Kulonprogo AKBP Anggara Nasution mengatakan pada 15 Oktober pihaknya telah melakukan pengamanan pada 15 Oktober lalu bertepatan pada peringatan Hari jadi Kulonprogo. Saat itu dilaksanakan upacara di Alun-alun wates yang diikuti ribuan peserta dari Forkompinda, tokoh masyarakat, agama dan juga ormas.

Pada puncak peringatan ini juga dilakukan pentas hiburan 1.000 penari angguk. Saat itulah ada pesta kembang api yang dalam lontaranya terdapat parasut kecil. Di parasut ini juga ditemukan beberapa bendera, Indonesia, RRC maupun Jepang. Saat itulah beberapa barang bukti ini diamankan petugas. “Hasil Penyelidikan belum ditemkan unsure tindak pidana kaena ukuran kembang api dibawah 2 inchi sehingga tidak perlu izin dari keplisian,” tandas Kapolres dalam siaran persnya, Minggu (21/10/2018).

Selain itu, polisi juga tidak menemukan unsur kesengajaan terdapatnya parasut kecil yang ada bendera RRC berikut bendera Indonesia yang terlontar dalam kembang api. Polisi juga telah memeriksa toko penyedia kembang api yang diketahui produk kembang apir berasal dair Cina untuk tahun produksi 2017. “Selain parasut berbendera China dan Indonesia juga ada yang berbendera Jepang,” katanya.

Panitia Hari Jadi, Joko Mursito meminta maaf kepada semua masyarakat atas insiden tersebut. Kejadian parasut berbendera asing ini jauh dari dugaan panitia dan tidak ada sedikitpun unsure kesengajaan. Kembang api itu hanya untuk menguatkan pergerakan Angguk yang menjadi ikon kesenian Unggulan Kulonprogo. “Kita tidak tahu kalau ada bendera. Sama sekali panitia tidak tahu menahu,” ucapnya.

Selaku panitia menyerahkan kepada penyelenggara kembang api untuk menangani. Mulai dari proses peledakan, perizinan ke polisi. Toko yang dipesan untuk menangani ini pun, merupakan toko langganan yang kerap dipesan untuk pesta kembang api. Bahkan juga yang menangani saat pembukaan Porda 2015 maupun dalam Apel Pencaksilat. “Dulu itu pas kembang api dilontarkan akan muncul warna-warni. Kita tidak tahu ini ada parasutnya apalagi ada benderanya,” tandasnya.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gagal Jadi Polisi 2 Kali, Pria di Kulonprogo Menyamar sebagai Resmob untuk Curi Rokok

57 tahun lalu

Pemotor Asal Mojokerto Tewas di Pinggir Jalan Kulonprogo, Diduga Korban Kecelakaan

57 tahun lalu

Kecelakaan Maut di Kulonprogo, 2 Pemotor Bertabrakan Tewaskan 1 Orang

57 tahun lalu

Geger! Kakek 83 Tahun Ditemukan Tewas Penuh Luka Dekat Waduk Sermo Kulonprogo

57 tahun lalu

Kecelakaan Motor Tabrak Truk Parkir di Jalan Wates-Purworejo, Warga Kulonprogo Tewas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal