Menurutnya, revolusi industri 4.0 merupakan perubahan dimana untuk memproduksi suatu barang, mengintregasikan antara teknologi cyber dan teknologi otomatisasi. Dampaknya tidak lagi memberdayakan tenaga kerja manusia, dan semuanya menggunakan mesin dengan konsep otomatis.
“Untuk itulah kita harus mengembangkan kualitas SDM dengan meningkatkan kecerdasan,” katanya.
Disisi lain, persaingan di tingkat global akan semakin ketat. Jika tidak mampu bersaing, bangsa ini bisa terpinggirkan. untuk itulah wawasan kebangsaan sangat diperlukan untuk membawa bangsa ini lebih maju.
“Indonesia memiliki kekayaan ragam suku, budaya, bahasa, etnis, sebagai kekuatan untuk mendukung pembangunan bangsa. Namun itu juga bisa menjadi potensi konflik yang mengancam bangsa,” katanya.
Saat ini tantangan berat bangsa ini adalah dengan merebaknya budaya dan pengaruh asing di masyarakat. Hal ini menjadi dinamika yang harus disikapi generasi muda secara positif.