Untuk mendukung pembangunan sekolah itu, pimpinan Pangkalan Udara Bugis di Malang, yaitu Imam Soepono, telah memberikan bantuan pesawat udara kepada Sekolah Penerbangan di Yogyakarta, sejumlah 37 unit.
Dalam sekolah penerbangan itu, Adisucipto menangani tugas pendidikan dan latihan, sementara Suryadarma mengurus bidang administrasi dan operasi. Sejak saat itulah, Adisucipto dijuluki sebagai Bapak Penerbang Indonesia.