Begini Dahsyatnya Bom Vakum, Senjata yang Digunakan Rusia untuk Bombardir Ukraina

Alifia Nur Faiza
Kementerian Pertahanan Rusia telah mengkonfirmasi penggunaan sistem senjata TOS-1A yang menggunakan roket Termobarik di Ukraina. (Foto: AP Photo)

Dilapoorkan Army-Technology, analis riset Royal United Service Institute Sam Cranny menjelaskan, ledakan bom termobarik menyebabkan panas luar biasa yakni mencapai 2.700 derajat Celsius serta periode tekanan berlebih yang relatif tinggi.

Adapun dampak yang bisa ditimbulkan dari bom termobarik bisa mengakibatkan luka dalam yang menghancurkan organ tubuh, memecahkan paru-paru, gegar otak, bahkan kebutaan sebagai efek dari gelombang kejut. Kondisi akan semakin parah jika orang-orang bersembunyi di ruang tertutup. 

Rusia pernah menggunakan bom termobarik saat upaya merebut ibu kota Chechnya, Grozny, pada akhir 1999 dan awal 2000. 

Amnesty International juga meneybut Rusia dan Suriah pernah menggunakan senjata ini untuk menyerang pemberontak.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Terkuak! WNA Ukraina Dibunuh 7 Orang di Bali, 6 Tersangka Buron ke Luar Negeri

57 tahun lalu

20 Jam Terapung di Laut, Turis Rusia Hilang Saat Surfing di Nusa Dua Ditemukan Nelayan

57 tahun lalu

Sosok Mayor Laut Firman Cahyadi Komandan KRI Sutanto-377, Lulusan Terbaik Seskoal Rusia

57 tahun lalu

Membongkar Sepak Terjang Geng Rusia di Bali, Selengkapnya di Morning News

57 tahun lalu

Weekend Story: Geng Rusia Beraksi di Bali, Jaringan Mafia Internasional ?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal