Selain banjir, hujan deras juga mengakibatkan longsor di 12 titik yang terjadi di Perbukitan Menoreh. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam bencana itu, namun sejumlah rumah warga rusak tertimpa longsoran.
“Longsor sebagian menimpa rumah penduduk dengan skala kerusakan masih kecil. Saat ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD masih bekerja melakukan assessment dan penanganan. Termasuk akan mengerahkan alat berat untuk mengatasi longsor,” kata Astungkoro.
Untuk menyediakan kebutuhan logistik bagi pengungsi, kata Astungkoro, BPBD bersama Tagana mendirikan dapur umum. Para pengungsi sudah mendapatkan jatah makan pagi. Sedangkan makan siang ditangani Baznas. “Kita juga akan salurkan alat mandi, dan kebutuhan MCK, termasuk susu bagi bayi dan ibu-ibu hamil,” ujarnya.
Menurut Astungkoro, Pemkab Kulonprogo menyiapkan dana tak terduga senilai Rp3 miliar. Dana tersebut akan dikucurkan untuk penanganan bencana. “Termasuk kejadian kali ini yang akan segera ditetapkan surat tanggap bencana,” ucapnya.