BANTUL, iNews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, DIY, menetapkan status tanggap darurat selama seminggu menyusul terjadinya bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah itu. Setidaknya, ada tiga korban meninggal dunia dan dua hilang dalam bencana alam dampak dari Siklon Savannah.
Pascabanjir dan tanah longsor yang terjadi sejak Minggu (17/3/2019) sampai dengan Senin (18/3/2019), bupati bersama dengan muspida plus langsung turun ke lokasi. Bupati masuk mengecek kondisi beberapa wilayah yang mengalami banjir dan longsor.
“Kami sudah koordinasi dengan BPBD dan tetapkan masa tangga darurat selama sepekan ke depan. Kalau nanti masih ada banjir dan longsor akan kami evaluasi,” kata Bupati Bantul Suharsono, Selasa (19/3/2019).
Suharsono mengatakan, akibat banjir dan tanah longsor, ribuan rumah warga terendam dan mengalami kerusakan. Begitu juga fasilitas umum seperti jalan dan jembatan banyak yang rusak. Bahkan, ribuan warga terpaksa mengungsi karena rumah mereka terendam banjir dan longsoran material tanah.
Untuk membantu warga yang mengungsi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama dengan SAR dan TNI/Polri juga sudah membuka dapur umum. Bantuan untuk para pengungsi terus berdatangan. Distribusi bantuan akan dilakukan BPBD melalui kepala dukuh agar lebih merata dan tepat sasaran.