PT AP I juga sudah menyiapkan penambahan rute penerbangan untuk Lebaran nanti. Semua penerbangan tambahan akan dialihkan dari Bandara Adisutjipto ke YIA.
“Hal inilah yang justru harus diantisipasi lantaran tahun lalu ada tambahan 30-an penerbangan. Artinya, setiap hari ada sekitar 3.000 penumpang yang turun. Harus dipikirkan moda transportasinya dan aksesibilitasnya,” ujarnya.
Dia mengatakan, saat ini memang sudah disiapkan shuttle bus tujuan beberapa kota di Yogyakarta dan Jateng bagian Selatan. Selain itu juga ada kereta khusus bandara. Namun, sarana yang disediakan ini diperkirakan hanya bisa menampung maksimal 1.200 penumpang saja.
“Ketika ada jadwal penerbangan baru, pasti jadwal kereta akan semakin padat dan diperbaharui,” ujarnya.
Sementara itu Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daops) VI Yogyakarta, Eko Budianto mengatakan, selama sepekan dioperasionalkan, jumlah penumpang kereta api bandara mengalami fluktuatif. Pada hari pertama atau 6 Mei hanya ada 7 penumpang.
Namun, jumlahnya terus bertambah menjadi 25 penumpang, 43 penumpang hingga 49 penumpang. Bahkan pada 11 Mei, tercatat ada 144 penumpang dan tertinggi pada 12 Mei dengan ju,lah 155 penumpang dari Maguwo ke Stasiun Wojo.
Sementara itu dari Staisun Wojo ke Maguwo, tercatat ada kenaikan dari 11 penumpang di hari pertama menjadi 26 penumpang dan 49 penumpang di hari ketiga. Pada akhir pekan Sabtu, 11 Mei lalu, tercatat ada 102 penumpang dan pada Minggu, 12 Mei ada 145 penumpang. “Jumlah penumpang itu kami peroleh dari data penjualan tiket,” ujarnya.