Ayo Kenali Perilaku Ghosting dalam Pacaran

Kuntadi
korban ghosting (ilustrasi: iNews.id)

Ghosting juga bisa terjadi karena pelaku tidak tahu bagaimana cara mengkomunikasikan konflik dan mencari resolusi konflik. Kondisi ini biasanya diistilahkan dengan malas membahas atau malas ribut. Mereka beranggapan masalah akan terselesaikan sendiri seiring dengan berjalannya waktu. 

“Pemicu ghosting adanya perasaan tidak nyaman dalam relasi atau saat ada ketidakcocokan yang tidak bisa dikomunikasikan secara terbuka,” katanya.

Idei mengatakan, ghosting pada dasarnya adalah penolakan, hanya tanpa finalitas. Jadi tidak benar-benar ada kata selesai atau putus. Itu terjadi ketika seseorang berhenti menjawab teks atau panggilan telepon tanpa penjelasan lebih lanjut. 

Perilaku tersebut menimbulkan berbagai dampak seperti membuat korban merasa bingung, sakit hati, dan paranoid dikhianati ataupun menyalahkan diri sendiri. Perasaan tidak nyaman yang berkelanjutan tersebut dapat mengganggu fungsi hidup keseharian, misalnya menjadi malas makan dan beraktivitas, tidak mampu berkonsentrasi, dan penurunan performa kerja.

“Bagi korban Ghosting disarankan jangan merendahkan diri. Berhentilah untuk mengejar orang tersebut,” katanya. 
 

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
1 tahun lalu

Demo di Balairung, Puluhan Dosen UGM Tuntut Pemerintah Cairkan Tukin sejak 2020

2 tahun lalu

Komentari Film Dirty Vote, Dosen UGM: Sumbangsih Akademisi untuk Pendidikan Politik

3 tahun lalu

2 Mahasiswi Perantau Diduga Bunuh Diri di Semarang, Ini Kata Psikolog

3 tahun lalu

Siswi SMP di Sampang Dicabuli 2 Warga usai Tepergok Pacaran dalam Gua

3 tahun lalu

Bejat, Pria di Sumbawa Barat Cabuli Siswi SMA yang Asyik Pacaran, Modus Ancam Pakai Parang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal