Aktivis Antikorupsi Tantang KPK Usut Kasus Korupsi di DIY

Kuntadi
Aktivis antikorupsi Yogyakarta menggelar unjuk rasa untuk mendesak KPK menangani kasus-kasus korupsi di DIY, Rabu (19/9/2018). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

YOGYAKARTA, iNews.idAktivis antikorupsi menggelar aksi turun ke jalan mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut kasus korupsi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (19/9/2018). Mereka menilai KPK mandul dalam menangani kasus korupsi di DIY, padahal banyak perkara dugaan korupsi yang sudah sampai di KPK tetapi tidak ada tindaklanjutnya.

Puluhan aktivis ini mengelar aksi di seputaran Tugu Yogyakarta dengan mengusung spanduk bertuliskan “Dukung KPK RI  Pecah Telur”.

Koordinator Gerakan Antikorupsi Yogyakarta (GAKY), Tri Wahyu  mengatakan GAKY merupakan gabungan puluhan lembaga swadaya masyarakat (LSM) antikorupsi yang ada di Yogyakarta. Aksi ini dilakukan dengan seringnya KPK menggelar kegiatan pencegahan di DIY. Mulai dari kegiatan workshop dan pelatihan antikorupsi hingga penandatangan komitment bersama program pemberantasan korupsi.  “Kami mendukung penuh KPK dalam menangani perkara di DIY. Pecah telur penindakan kasus korupsi di DIY,” kata Tri Wahyu.

Meski sudah sering menggelar upaya pencegahan, kata dia, KPK tidak juga menangani kasus perkara korupsi. Supervisi kasus korupsi Persiba Bantul ataupun buku ajar di Sleman juga tidak jadi berlanjut.  “Supervisi KPK terkait kasus korupsi dana hibah Persiba tidak jelas sekarang dikemanakan. Hanya sampai di ranah bendahara saja,” tuturnya.

Aktivis antikorupsi yang lain, Baharudin Kamba minta KPK serius dalam melakukan penindakan kasus korupsi di DIY, seperti di daerah lain. Dulu KPK pernah menyebut ada aroma korupsi dalam perizinan hotel di Yogyakarta. Namun sampai sekarang juga tidak ada tindak lanjut. Begitu juga dengan kasus korupsi Rp17 miliar atas kasus CDMA, ataupukasus korupsi Trans Jogja. “Belakangan ada laporan korupsi dana Bandara NYIa, Mana progresnya dari KPK,” ujarnya.

Setelah melakukan orasi dan membentangkan poster, aktivis antikorupsi ini kemudian mendatangi kantor Pos di Gondolayu di Cokrodiningratan, Jetis yang tak jauh dari lokasi aksi. Mereka kemudian mengirimkan surat ke KPK di Jakarta. Dalam suratnya GAKY meminta KPK berani turun ke DIY. 

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Penggeledahan Kantor Dinkes Ponorogo Berlangsung 8 Jam, Sejumlah Dokumen Disita

57 tahun lalu

Ribuan Nelayan Pati Demo Hari Ini, Tuntut Harga BBM Industri Turun

57 tahun lalu

Info Loker Jogja Terbaru 2026: Peluang Terbuka di Sektor Jasa, Gaji Sesuai UMK

57 tahun lalu

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Jadi Tersangka KPK, Ini Sosok Penggantinya

57 tahun lalu

Usai OTT KPK, Sejumlah Ruangan di Pemkab Tulungagung Masih Disegel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal