Airlangga Duet dengan Luhut di Pilpres? Golkar DIY Sebut Hanya Lucu-lucuan Pengamat

Ainun Najib
Jajaran pengurus Partai Golkar DIY saat memberikan keterang kepada wartawan terkait dukungan terhadap Airlangga Hartarto menjadi capres 2024. (Foto : ist)

YOGYAKARTA, iNews.id - Ketua DPD Partai Golkar DIY menganggap saran agar Airlangga Hartarto berduet dengan Luhut Binsar Pandjaitan sangat tidak masuk akal. Menurut Gandung, hal itu hanya lucu-lucuan saja.

"Itu logika dari mana, Pak Luhut Ketua Dewan Penasihat, Pak Airlangga Ketua Umum. Golkar hanya 14,70 persen lalu dari mana dapat 20 persen, itu lucu-lucuan pengamat saja. Itu merusak, (itu jadi) virus-virus pemikiran kader," ujar Gandung di Kantor DPD Golkar DIY Jalan Jenderal Sudirman Yogyakarta, Sabtu (19/2/2022) sore.

Gandung mengingatkan kepada seluruh kader Golkar tanpa terkecuali harus menjadi pelaku garda terdepan dalam mensukseskan Partai Golkar dan pilpres. Bukan justru menjadi pengamat atau terpengaruh oleh pengamat.

"Hati - hati sudah mulai muncul adanya pengamat pesanan yang memunculkan tokoh Partai Golkar selain Ketum Airlangga Hartarto untuk menjadi kandidat capres. Ini upaya memecah belah kekompakan Partai Golkar. Kader Partai Golkar harus tunduk pada hasil munas yang menyatakan Airlangga Hartarto sebagai Capres," kata Gandung. 

Dalam kesempatan itu Gandung menyebut berdasarkan sejumlah survei elektabilitas Partai Golkar dan Airlangga Hartarto sebagai calon presiden terus mengalami kenaikan. Hal ini tentu menjadi perhatian dari lawan politik. 

Gandung Pardiman menyebutkan bahwa pada awal tahun 2022 ada tiga lembaga survei yang telah melakukan survei terhadap ribuan responden di berbagai daerah se-Indonesia. Hasil survei itu menyebut jika Partai Golkar menempati posisi pertama yang paling banyak dipilih jika pemilu digelar tahun ini.

Sementara untuk capres pada tiga lembaga tersebut menempatkan Airlangga Hartarto sebagai capres yang paling banyak dipilih responden.

"Persoalan dan tantangan kedepan cukup besar. Oleh karena itu harus dihadapi dan partai Golkar harus terkonsolidasi dengan baik sehingga siap menghadapi gangguan dari internal maupun eksternal Partai Golkar," kata Gandung.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Menkeu Tolak Biayai Family Office Pakai APBN, Luhut Sebut Banyak Calon Investor Mulai Tertarik

57 tahun lalu

Sempat Bikin Heboh, KPU Akhirnya Batalkan Aturan Baru terkait Ijazah Capres-Cawapres

57 tahun lalu

Buat Aturan Baru terkait Ijazah Capres-Cawapres, KPU Bantah untuk Lindungi Jokowi dan Gibran

57 tahun lalu

Pemerintah Luncurkan Program Padat Karya Tunai untuk 609.465 Orang dengan Upah Harian 

57 tahun lalu

Buka Program Magang untuk Lulusan S1 dan D3 Bergaji UMP, Pemerintah Siapkan Rp198 Miliar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal