Agar wisatawan bisa betah dan berlama-lama menikmati lokasi kebun bunga, pengelola juga mendirikan tempat istirahat berupa gubuk-gubuk kecil dan pusat kuliner. “Ini (sentra bunga krisan) menjadi agrowisata baru yang sangat menarik,” katanya.
Advent menambahkan, saat ini, permintaan bunga krisan yang terus meningkat. Dalam sepekan petani bisa memanen dua kali dengan hasil mencapai 100 ikat. Setiap ikat dijual dengan harga antara Rp13.000 sampai Rp15.000 bergantung jenis dan varietas bunga. “Setiap bulan keuntungan penjualan bunga krisan ini bisa mencapai Rp2 juta sampai Rp3 juta,” ucapnya.
Seorang pengunjung, Yusi Eka Nuraida mengaku tertarik datang ke sentra bunga krisan setelah melihat foto-foto di media sosial. Dia lantas penasaran dan ingin melihat langsung bunga-bunga krisan yang tengah bermekaran untuk dijadikan tempat selfie. “Biasanya kan bunga matahari, jarang ada bunga krisan seperti ini untuk spot foto,” ujar wisatawan asal Yogyakarta itu.