Ada Warga Tewas Tertembak, Polri Tegaskan Anggota Tak Boleh Bawa Senpi saat Amankan Demo

Putranegara Batubara
Aksi demo warga tolak tambang di Parigi Moutong dengan menutup jalan Trans Sulawesi berujung bentrok dan seorang tewas tertembak. Kapolda Sulteng Irjen Pol Rudi Sufaryadi minta maaf. (Foto: iNews/Jemmy Hendrik)

JAKARTA, iNews.id - Mabes Polri menegaskan anggota dilarang membawa senjata api (senpi) saat mengamankan unjuk rasa. Pernyataan ini disampaikan menyusul adanya warga tewas yang tertembak saat unjuk rasa di Parigi Moutong, Sulteng.

Warga yang tewas dengan luka tembak itu sebelumnya melakukan unjuk rasa penolakan tambang.

"Ini berlaku sama saat pengamanan di tahun 2018-2019, tidak boleh satu anggota polisi bawa senpi peluru tajam saat unuk rasa, itu SOP-nya," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (14/2/2022).

Menurut Dedi, dalam SOP pengamanan aksi unjuk rasa, kepolisian menyiagakan pleton tim antianarkis. Namun, mereka ditempatkan di Polres atau Polda setempat. 

Tim itupun tidak ditempatkan di baris terdepan ketika adanya unjuk rasa masyarakat.

Dedi menjelaskan, pleton antianarkis itu akan dikerahkan apabila unjuk rasa sudah mengarah kepada aksi anarkis atau kekerasan. Dalam hal ini, keputusan akan dikomandoi oleh Kapolda. Hal itu juga akan dibagi berdasarkan level dari unjuk rasa tersebut.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ribuan Nelayan Pati Demo Hari Ini, Tuntut Harga BBM Industri Turun

57 tahun lalu

Ditangkap, Bandar Narkoba di Lampung Tengah Ternyata Juga Perakit Senjata Api

57 tahun lalu

Emak-Emak di Aceh Barat Demo Tolak Tambang Emas Ditutup, Ini Alasannya

57 tahun lalu

4 Orang Ditangkap Polres Sergai terkait Kasus Penganiayaan, Senpi Ilegal hingga Narkoba

57 tahun lalu

Siswa-Alumni SMK Pasundan 2 Bandung Demo Tuntut Guru Cabul Dipecat, Korban 41 Orang!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal