Strategi tersebut diterapkan karena dimungkinkan terjadi KIPI bagi nakes yang menerima vaksinasi dan akan mempengaruhi layanan kesehatan kepada masyarakat.
Sementara itu, Koordinator Tim Percepatan Vaksinasi Kota Yogyakarta Kris Sarjono Sutejo mengatakan, vaksinasi booster pertama sudah mencapai hampir 93 persen dari sasaran.
“Kami akan terus melakukan vaksinasi booster pertama hingga seluruh sasaran tervaksin. Harus dituntaskan,” katanya.
Meskipun demikian, dimungkinkan penerima vaksinasi booster pertama di Kota Yogyakarta tersebut tidak semuanya adalah warga Kota Yogyakarta.
“Mungkin sekitar 10 persen adalah warga dari luar kota yang melakukan vaksinasi di Kota Yogyakarta. Tetapi perlu diingat, ada pula warga Kota Yogyakarta yang mungkin juga melakukan vaksinasi di luar kota,” katanya.
Oleh karenanya, Kris meminta lurah dan camat untuk melakukan pengecekan langsung ke masyarakat guna memastikan jumlah warga Kota Yogyakarta yang sudah mendapat vaksinasi booster pertama.
“Data harus dicocokkan lagi dengan kondisi faktual di lapangan. Karena mungkin ada warga Kota Yogyakarta yang melakukan vaksinasi di luar kota,” katanya.