Atas kondisi itu, keluarga ini sepakat untuk menenangkan diri. Mereka akhirnya mengendalikan informasi yang beredar di masyarakat melalui grup media sosial. Edukasi juga dilakukan dari pemdes yang memberikan informasi yang benar mengenai pencegahan.
“Setelah kami terbuka, justru masyarakat responnya positif dan mereka bisa menghormati” ujarnya.
Proses penyembuhan ini tidak lepas perhatian dari tim medis di rumah sakit. Seluruh dokter ataupun perawat sangat terbuka dan memberikan pelayanan yang maksimal. Bahkan semua kebutuhannya disediakan.
“Saya merasa seperti di rumah sendiri, semua kebutuhan hingga makanan sesuai selera,” ujarnya.
Sementara sang anak K (13) mengaku sempat syok saat banyak teman menanyakan kabar ayahnya positif. Hal ini menjadikan imunitasnya turun hingga akhinya tertular. Namun penanganan tim medis cukup baik, sehingga dia bisa cepat pulih dan sembuh,
“Yang penting menjaga imunitas, dan rumah sakit ini pelayananya istimewa,” ujarnya.