Sementara itu, barang berharga milik korban seperti cincin, dompet, tas, laptop serta barang berharga lainnya, raib dari lokasi kejadian. Namun, sepeda motor korban masih ada di lokasi.
Walhi Sumut menduga kematian korban berkaitan dengan aktivitasnya yang saat ini sedang menangani kasus terkait lingkungan hidup. Karena itu, Walhi Sumut mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus kematian rekan mereka.
“Maka kami minta polisi untuk segera melakukan investigasi dan membongkar kasus ini,” ujarnya.
Walhi Sumut juga turut melakukan investigasi atas kematian Golfrid Siregar yang juga merupakan Tim Advokasi Hukum Walhi Sumut. “Kami juga masih melakukan investigasi di lapangan apakah itu ada dugaan kecelakaan atau ada indikasi pembunuhan. Kami membentuk tim,” katanya.
Golfrid Siregar sebelumnya mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, Minggu (6/10/2019). Sebelumnya almarhum sempat dikabarkan hilang sejak Rabu (2/10/2019).
Dia ditemukan seorang penarik becak yang kebetulan melintas di kawasan tersebut. Saksi selanjutnya membawa korban ke RS Mitra Sejati dan diarahkan untuk ditangani ke RSUP Haji Adam Malik karena tidak memiliki identitas.
Meski sudah mendapat penanganan intensif, nyawa korban tidak dapat tertolong. Golfrid mengembuskan napas terakhir pada Minggu (6/10/2019).