"Mungkin saja saat ditunggu belum tiba waktu melahirkannya. Jadi kebetulan pihak medis yang menangani keluar, di situ melahirkannya," ujarnya.
Kendati begitu, Aris tidak ingin menyalahkan siapapun dalam kasus ini. Dia menilai kasus tersebut hanya karena kesalahan komunikasi belaka.
Sebelumnya, Direktur RSU FL Tobing, Hotma Nauli Hutagalung membantah pihaknya tidak menolong pasien tersebut.
"Jadi, begini, pasien itu reaktif hasil rapid test. Kemudian kami masukkan ke ruangan isolasi setelah dari IGD, karena rumah sakit kita sudah memiliki ruang operasi Covid-19," ucapnya.
Hotma mengatakan perawat sudah memberikan obat kepada pasien tersebut. Selanjutnya, perawat yang menangani keluar sebentar.