"Ada ketersinggungan yang membuat pasien tidak nyaman. Tapi intinya kami sudah memberikan pelayanan sesuai SOP, apalagi ini rumah sakit tentara," ujar dia.
Saat Kapten Leo memaksa untuk dipindah ke rumah sakit lain, awalnya pihak RS TNI Pematangsiantar memberikan fasilitas seperti ambulans untuk mengantarnya. Namun, dia menolaknya dan kemudian marah-marah di depan rumah sakit.
"Kami sudah berusaha merawat dengan baik. Kalau memang mau pindah, kami fasilitasi. Tapi dia tidak mau," kata Suhartono.
Dalam sebuah video pendek yang beredar di kalangan masyarakat, Kapten Leo marah-marah di atas kursi roda. Dia meminta perhatian dari Panglima TNI dan Presiden atas kondisinya yang menderita sakit, namun tidak mendapat pelayanan dari rumah sakit milik TNI di Pematangsiantar.
"Saya ini tentara dari rakyat. Tapi tidak bisa mendapatkan pelayanan," ujar Leo.