Usut Kayu Gelondongan Terseret Banjir Sumatera, Bareskrim Ungkap Temuan Penting

iNews
Kayu gelondongan terbawa arus banjir diduga illegal logging yang menjadi penyebab banjir di Sumatera. (Foto: Humas Polri)

Selain itu, penyidik juga mendapati indikasi adanya perluasan lahan. Bekas longsoran yang terlihat di lokasi dinilai tidak terjadi secara alami, melainkan akibat aktivitas manusia.  

“Nah ini di KM 6 ini di sini terlihat ada bukaan lahan dan ada longsoran akibat bukaan lahan dan aliran sungai bentukan. Karena adanya arus sungai yang deras menuju sungai Garoga,” ucapnya.  

Investigasi kemudian menelusuri muara yang menjadi titik aliran sungai baru. Sungai buatan tersebut terbentuk dari pembukaan lahan di KM 8 dan KM 6. Menurut ahli, kawasan dengan tingkat kemiringan seperti itu seharusnya tidak dijadikan lokasi penanaman.  

“Oleh karenanya kami melakukan penyidikan terhadap tindak pidana lingkungan hidup sebagaimana pasal 109 Juncto Pasal 98 Jo Pasal 99 Undang-Undang Nomor 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup sebagaimana telah diubah dalam UU No. 6/2023 tentang Perppu Nomor 2/2022 tentang Ciptaker,” katanya.  

Diketahui, kayu gelondongan sempat terlihat terbawa derasnya arus banjir di Sumatera Utara. Video yang beredar di media sosial, diduga dari wilayah Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah, memperlihatkan kayu-kayu tersebut hanyut. Warganet pun mengaitkan fenomena itu dengan praktik illegal logging.  

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Penampakan Kayu Gelondongan Menumpuk di Permukiman Warga Pidie Jaya Terbawa Banjir Bandang

57 tahun lalu

Banjir Landa 3 Desa di Bandung, 75 Warga Mengungsi

57 tahun lalu

BNPB: Banjir di Blora Rendam Puluhan Rumah Warga hingga 2 Sekolah

57 tahun lalu

Hujan Deras dan Tanggul Jebol, Ratusan Rumah di Pati Terendam Banjir

57 tahun lalu

Tampang Eks Kasat Narkoba Kutai Barat Penjaga Kartel Sabu Ditahan Bareskrim

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal