"Namun malam harinya sekitar 21.30 WIB, korban mengalami syok akibat luka tersebut dan kembali dilarikan ke rumah sakit. Namun sesampainya di RS Siti Fatmawati, korban sudah dinyatakan meninggal dunia," katanya.
Saat ini, kata Sawangin, petugas masih melakukan penyelidikan atas insiden tersebut. Dia mengaku kesulitan berkomunikasi dengan tersangka.
"Bicaranya lari-lari (ngelantur).Kita tanya dia ketawa-ketawa. Namanya empat kali berubah saat kita tanya. Bisa dikatakan sakit mental," ujarnya
Polisi akan berkonsultasi dengan ahli kejiwaan untuk mengetahui secara pasti kondisi kejiwaan tersangka.