MEDAN, iNews.id – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Utara (Sumut) masih terus mengumpulkan data antemortem dan mengambil sampel DNA dari keluarga korban kebakaranpabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Kabupaten Langkat, Jumat (21/6/2019). Hingga Sabtu (22/6/2019) siang, tim sudah mengambil 15 sampel DNA dari 29 keluarga korban yang datang ke RS Bhayangkara.
“Selain itu, dari 29 keluarga korban, kami juga sudah mengambil 13 sampel DNA untuk dicocokkan nantinya dengan DNA korban kebakaran,” ungkap Kabid Dokkes Polda Sumut Kombes Pol dr Sahat Harianja di RS Bhayangkara Polda Sumut.
Menurut Sahat Harianja, proses identifikasi korban dengan menggunakan metode DNA akan memakan waktu kurang lebih selama satu minggu. “Hal ini disebabkan kami harus mengirimkan sampel DNA ke laboratorium Mabes Polri,” ujarnya.
Untuk mempercepat proses identifikasi 30 korban kebakaran, Harianja mengatakan, Polda Sumut melibatkan 86 orang ahli dan dokter. Jumlah ini masing-masing 80 orang dari yang berasal dari dokter Polda Sumut dan rumah sakit dan mayoritas dari Kota Medan.
“Enam orang ahli lainnya diturunkan dari Dokkes Mabes Polri,” kata Sahat Harianja.