7 Tarian Tradisional Sumatera Utara, Nomor 6 Konon Bisa Memanggil Angin

Nani Suherni
Tarian Sumatera Utara, Tari Moyo (Foto: Instagram/SDNboblol24)

6. Tari Gubang

Tarian Sumatera Utara, Tari Gubang (Foto: Dok Kemendikbud)

Tarian Sumatera Utara ini sebagai sebuah tarian tradisional masyarakat Melayu Asahan. Tari Gubang mempunyai ragam fungsi dalam pelaksanaannya. Fungsi dari tarian Gubang disesuaikan dengan kebutuhannya. Karena dalam pelaksanaannya, tarian gubang ini memiliki beberapa jenis tarian Gubang dan sesuai dengan namanya yaitu asal kata gebeng yang berarti perahu. 

Dahulu tari gubang berfungsi sebagai sarana pemanggil angin (unsur magis), yaitu sejenis ritual untuk memanggil angin untuk aktivitas para nelayan. Selain berfungsi magis, tarian Gubang merupakan tarian hiburan, yaitu sebagai hiburan melepas penat bagi masyarakat pesisir setelah seharian mengarungi laut lepas dengan berbagai tantangannya. 

Seiring dengan perkembangan zaman, fungsi tarian gubang pun semakin berkembang. Ketika tarian ini mulai dipentaskan maka fungsi utamanya sebagai hiburan bagi masyarakat nelayan. Selain itu berfungsi sebagai tarian penyambutan tamu dalam upacara adat masyarakat seperti perayaan, pesta perkawinan, Runat Rosul, penyambutan tamu kehormatan dan juga proses pengobatan.

7. Tarian Guro-Guro Aron

Tarian Sumatera Utara, Guro Guro Aron (Foto: Dok Kemendikbud)

Tarian Sumatera Utara ini kerap juga disebut tarian muda-mudi. Guro-guro aron berasal dari kata ‘Guro – Guro’ dan ‘Aron’. Guro-guro artinya senda gurau atau bermain; sedangkan aron artinya muda-mudi (usia tidak dibatasi) dalam satu kelompok kerja berbentuk arisan untuk mengerjakan ladang.

Gendang guro-guro aron merupakan pertunjukan seni budaya karo yang dilakukan oleh muda-mudi yang terdapat dalam kelompok kerja yang mengerjakan ladang, dengan menampilkan gendang kari dan perkolongkolong (penyanyi) diiringi tarian yang dilakukan oleh muda-mudi.

Dalam guro-guro aron, tari lima serangkai merupakan suatu tarian yang diiringi lima gendang, yaitu gendang morah-morah, gendang perakut, gendang patam-patam sereng, gendang sipajok dan gendang kangkiung, yang menghasilkan komposisi pola gerak tari; dan gerak tersebut memiliki nilai-nilai estetis dalam penyajiannya.

Tari lima serangkai merupakan tari tradisional yang biasanya ditampilkan dalam kegiatan gendang guro – guro Aron. Keindahan dalam suatu tarian tidak terlepas dari unsur pembentukan, maka unsur pembentukan tarian tersebut yakni gerak endek (gerak naik turun); gerak jole (gerak goyang badan) dan gerak lampir tan (gerak kelentik jari).

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
24 jam lalu

Kecelakaan Truk Sawit Terguling Timpa 10 Siswi SMP di Labuhanbatu, 1 Orang Tewas

4 hari lalu

Terungkap! Kelangkaan BBM di SPBU Sumut Dipicu Sopir Truk Tangki Dipecat Massal

1 bulan lalu

Kantongi 12 Dukungan Pengcab, Hidayat Batubara jadi Calon Tunggal Ketua POBSI Sumut

7 bulan lalu

Natal di Tengah Bencana, Polri Ubah Posko Pengungsian jadi Tempat Ibadah Sementara

7 bulan lalu

1.000 Unit Hunian Tetap Disiapkan untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal