enurut seorang warga, Surya, saat kejadian korban berada seorang diri di rumah. Sementara kedua orang tua berada di kantor dan kembali ke rumah pada sore hari, seperti biasanya. “Korban ini dikenal riang dan disenangi kawannya. Dia selalu aktif dalam kegiatan Pramuka,” ujarnya.
Usai dimandikan, korban dibawa ke pemakaman. Hujan lebat tidak menyurutkan niat para pelayat untuk mengantarkan korban ke tempat peristirahatan yang terakhir.
Petugas Polrestabes Medan bersama Unit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan bergerak cepat dengan telah memeriksa beberapa orang saksi. Dari hasil penyelidikan, korban diduga tewas dibunuh kawanan perampok karena sejumlah barang berharga raib dibawa pelaku.
“Korban tewas karena dibunuh. Kami temukan sejumlah luka-luka di tubuh korban. Luka tusuk benda tajam di perut, luka lecet di punggung dan di bagian belakang kepala belakang,” ujar Kasatreskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira.
Dia mengatakan, dugaan sementara motif pembunuhan diawali dengan perampokan di rumah korban. Hal ini mengacu dengan hilangnya telepon seluler milik korban dan beberapa peralatan elektronik dalam rumah.
Hasil penyidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) petugas menemukan sebilah pisau dapur yang masih terdapat bekas darah. Polisi menduga, korban sempat berupaya melawan saat pelaku melakukan penganiayaan dengan menggunakan barang tajam jenis pisau. “TKP pembunuhan ini berawal dari bagian dapur, karena kami temukan tetesan darah dan barang bukti pisau yang digunakan pelaku,” kata Prawira.