"Hama tikus ini siklus lima tahunan dan sebelum musim tanam kami sudah ingatkan petani, bahkan mengajak untuk melakukan perburuan," katanya.
Dia menjelaskan, di Desa Purba Nauli, Tatengger, Sorimanaon, Pangaribuan dan Desa Angkola Muaratais (satu hamparan) memiliki luas tanam sawah 441 hektare.
"Beberapa hektare sudah mulai rusak hama tikus dan terjadinya puso atau gagal panen cukup berpotensi," ucapnya.
Koordinator POPT-PHP Angkola Muaratais dan Batang Angkola Ali Husni mengatakan, bersama BPP dan masyarakat sudah berupaya melakukan pembasmian hama tikus di wilayah kerjanya. Namun serangan tikus semakin brutal.
"Pemakaian tiran, racun tikus dan berburu sudah kami lakukan, hanya saja serangan tikus luar biasa. Kami akan terus bekerja secara optimal. Tikus-tikus itu bermigrasi dari areal sawah yang lebih dulu panen," katanya.
Diketahui wilayah Kecamatan Angkola Muaratais dan Batang Angkola memiliki luas baku sawah 2.689 hektare. Saat ini, wilayah tersebut sedang memasuki masa musim tanam padi.