"Kedua jenazah diserahkan ke pihak keluarga untuk disemayamkan setelah menolak dilakukan visum. Suami korban Sahat Pardede (53) juga sudah menandatangani surat pernyataan penolakan," katanya.
Keterangan saksi Brado Pardede (11) menceritakan, kakaknya Sara menjerit-jerit ketika menjemur pakaian di belakang rumah. Saat memegang tubuh kakaknya, dia merasakan ada sengatan listrik dan memberitahukan ibunya yang langsung berupaya menyelamatkan. Namun sang ibu ikut tersetrum dan tewas.
Brando menangis dan didengar warga bernama Kaudiman Nainggolan (69). Dia kemudian berusaha melepaskan kedua korban dari kawat jemuran yang beraliran listrik tersebut.
"Saksi melihat kedua korban sudah tergeletak di atas tanah dan menarik tangan Purnama sehingga terlepas dari kawat beraliran listrik," ucapnya.
Bidan desa setempat Nurmita boru Sitinjak (52) mengungkapkan, hasil visum luar korban Sara mengalami luka bakar sengatan listrik di bagian tangan kanan. Sementara korban Purnama mengalami luka bakar sengatan listrik di bagian tangan kiri dan tangan kanan.