Setelah operasi pemisahan nantinya kedua bayi akan dirawat intensif. Kondisi mereka dipantau sangat ketat selama 3x24 jam.
Proses pemisahan Adam dan Aris saat ini melibatkan lebih dari 50 tenaga medis. Mereka yang terlibat berlatar belakangan dokter spesialis hingga subspesiali seperti dokter spesialis bedah anak, dokter bedah jantung, dokter spesialis anestesi pediatrik, dan dokter spesialis anak. Seluruhnya merupakan tenaga medis yang bekerja di RSUP H Adam Malik, Medan.
"Kedua bayi dempet pada bagian perut dan dada. Organ yang menempel, hati dan dinding jantung, karena itu banyak dokter spesialis yang dilibatkan,” ucapnya.
Rizky belum bisa memastikan kapan operasi pemisahan Adam dan Aris selesai.
"Belum bisa diprediksi, tapi kita harapkan sore ini selesai," ujarnya.
Untuk diketahui bahwa bayi kembar siam Adam dan Aris lahir pada 9 Desember 2019. Adam dan Aris merupakan putra pasangan dari Nur Rahmawati (26) dan Supono (32), warga Dusun Sei Kelapa II, Desa Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah Hilir, Labuhanbatu.
Bayi kembar siam Adam dan Aris saat ini dalam keadaan sehat dengan berat badan total sekitar 16 kg.