Dalam aksinya, massa juga membawa dan mengusung spanduk dan atribut organisasi masing-masing yang berisikan kecaman terhadap putri Presiden RI pertama itu yang sudah menghina agama dan umat Islam.
“Kami meminta pihak kepolisian segera menangkap Sukmawati. Kami juga minta agar polisi tidak mengedepankan musyawarah karena Sukmawati telah menistakaan agam Islam,” kata Koordinator aksi, Muhammad Syafii.
Peserta aksi lainnya, Riki juga meminta kepada polisi untuk bertindak tegas terhadap pelaku penistaan agama. “Jangan ada tebang pilih. Penista agama harus ditangkap,” katanya.
Seusai berorasi di depan Mapolda, perwakilan massa kemudian diterima Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpaw dan jajarannya. Dalam pertemuan itu, Kapolda berjanji akan memanpung aspirasi massa untuk disampaikan ke pimpinan di Jakarta.
Sukmawati dalam puisinya membandingkan antara cadar dengan sari konde. Menurutnya, sari konde lebih indah dibanding cadar.
Sukmawati melalui puisinya juga membandingkan antara suara azan dengan suara kidung ibu Indonesia. Menurutnya, suara kidung ibu Indonesia lebih elok dan merdu ketimbang suara azan.
Namun, dalam konferensi persnya, Sukmawati sudah meminta maaf atas puisinya yang menyinggung umat Islam. Adik Megawati Soekarnoputri itu mengaku sama sekali tidak berniat merendahkan agama Islam.