Situasi ini membuat para driver banyak memiliki akun gagu, istilah yang mereka gunakan untuk akun yang sebenarnya aktif dan bisa digunakan. Namun, pemilik akun jarang mendapatkan orderan, bahkan bisa sampai satu minggu.
Dalam demonstrasi tersebut, para driver juga mendesak manajemen Go-Jek Indonesia menindaklanjuti masalah-masalah lain yang dialami para driver. Termasuk masalah orderan fiktif yang saat ini makin meresahkan. “Kami mau pihak manajemen untuk bertangggung jawab terhadap situasi ini,” ujarnya.
Selain itu, mereka menilai District Operation Manager Go-Jek Medan dan Sekitarnya, Aditya Pratama, sudah gagal memimpin perusahaan itu. Mereka mendesak agar Aditya mundur dari posisinya. “Kami mau Aditya mundur karena selama ini sudah gagal memimpin perusahaan dan para driver,” ujarnya.
Massa mendesak bertemu dengan Aditya untuk menanggapi tuntuntan mereka. Sementara itu, ratusan personel kepolisian tampak turun ke lokasi untuk mengamankan demonstrasi.