Supriati mengaku saat ini terpaksa mencari pinjaman kepada pemberi kredit karena membutuh uang sebesar Rp10 juta. Uang tersebut merupakan deposit yang diminta pihak rumah sakit untuk pelaksaan operasi ke korban.
"Saya gak punya uang, jadi keluarga saya pinjam rentenir Rp10 juta gak dapat cuma Rp7 juta. Untuk operasi total Rp13.450.000, itu operasi saja belum ruang inap, obat-obatan yang tiap hari disuntik," katanya.
Sang ibu mengatakan saat ini dirinya hanya bisa berharap kepada keluarga dan berharap bantuan dari warga sekitar untuk membantu biaya pengobatan.
"Kami yang bingung kalau dalam beberapa hari ini dia disuruh pulang ke mana biaya. Saya hanya kepada Allah berserah, selamat kan anak saya itu," ujarnya.
Supriati menerangkan kondisi putrinya ini baru saja menjalani operasi.
"Sudah dioperasi semalam, sudah dikopek-kopek semua, cuma masih sakit. (Korban) sudah bisa komunikasi tapi gak lancar kali, sesak napas, karena terhirup asap," ujarnya.
Bagi masyarakat yang ingin memberi bantuan untuk meringankan beban yang dialami Rani, dapat menghubungi ke nomor handphone 0878-9880-5478 (Supriati).