Pemerintah Setujui Pajak Mobil 0 Persen untuk Cegah PHK

Ferdi Rantung
Ilustrasi industri otomotif. (Foto: Dokumen iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah melalui Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyetujui relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk industri otomotif. Langkah dilakuan untuk menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat turunnya penjualan mobil di masa pandemi Covid-19. 

”Biasanya industri otomotif menjual dari 1 sampai 1,1 juta unit mobil baru tiap tahunnya, tapi di tahun 2020 hanya menjual 550 ribu unit mobil. karena hanya menjual setengahnya saja stok mobil yang ada di tanah air itu tinggi sekali" katanya dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (25/2/2021).

Langkah relaksasi pajak ini dilakukan akan tingkat penjualan mobil dapat kembali meningkat hingga stok yang ada saat ini habis. Ketika stok habis, pabrik pembuatan mobil dapat kembali bergeliat.

"Seumpama kita tidak memberikan insentif dan membiarkan stok lama menumpuk, mereka akan menutup pabriknya," katanya.

Jika pemerintah membiarkan pabrik industri otomotif ditutup maka akan terjadi pemutusan hubungan kerja yang besar. Sebab industri ini mempekerjakan banyak pekerja.

"Kenapa kita memilih insentif diberikan ke industri otomotif, karena banyak mempekerjakan orang. ada sebesar 1,5 juta pekerja, bahkan lebih," ucapnya

Editor : Stepanus Purba_block
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Viral 25 Gerai Alfamart-Indomaret di Lombok Tengah Tutup, Ini Respons Mendag

57 tahun lalu

Terungkap! Sakit Hati jadi Motif Mantan Sopir Bakar Mobil Kades Hoho Banjarnegara

57 tahun lalu

Polisi Tangkap Pembakar Mobil Kades Hoho Banjarnegara, Ternyata Mantan Sopir

57 tahun lalu

Heboh! Bocah SMP di Probolinggo Bawa Kabur Mobil Tetangga, Terhenti usai Tabrak Pohon

57 tahun lalu

Debt Collector di Surabaya Hendak Tarik Paksa Mobil Rp1,3 Miliar, Padahal Korban Beli Tunai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal