Kepada polisi, AS yang diketahui pelajar kelas 2 SMP ini mengaku memilih menjadi pengedar sabu lantaran tak memiliki uang jajan.
“Buat jajan. Soalnya selama libur sekolah, saya tak dapat jatah jajan dari orang tua,” katanya.
Kasus pelajar SMP menjual sabu-sabu itu kini masih diselidiki polisi. Petugas terus mengembangkan kasus tersebut untuk menangkap bandar yang diduga telah memperalat AS.
“Identitas sang bandar telah diketahui dan masih dalam pengejaran karena telah melarikan diri,” ujarnya.