"Kami hanya bisa membangun jalan sementara lahan disiapkan oleh masyarakat. Karena anggaran yang disediakan hanya disitu. Karena itu kami berharap seluruh lahan yang terkena pembangunan jalan sudah dibebaskan agar tidak ada hambatan untuk proses pembangunan nantinya," ucapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting meminta masyarakat untuk mendukung program pembangunan tersebut khususnya terkait lahan. Dia meminta seluruh perangkat desa dan tokoh masyarakat yang ada di kawasan Liang Melas Datas untuk memastikan kelancaran proses pembangunan.
"Mari sama-sama kita kawal proses pembangunan jalan ini. Kami berharap tidak ada lagi hambatan proses pembangunan khususnya terkait lahan," ucapnya.
Sebelumnya, warga Liang Melas Datas, mengirimkan sebanyak 3 ton jeruk hasil panen mereka ke Presiden Joko Widodo. Jeruk-jeruk itu dikemas dalam 200 kotak dan telah diberangkatkan menuju Istana Negara Jakarta, Jumat (3/12/2021).
Prosesi pengiriman jeruk itu cukup meriah. Sejumlah warga bahkan terlihat berpakaian adat dan menari melepas truk pengirim jeruk tersebut. Infrastruktur desa mereka sangat rusak parah, tak menyurutkan niat Masyarakat Liang Melas Datas untuk mengirim oleh-oleh kepada Presiden. Padahal beberapa kali truk yang mengantarkan oleh-oleh jeruk itu hampir terguling disebabkan akses jalan yang rusak parah.
Masyarakat Liang Melas Datas terdiri atas 6 Desa 2 Dusun, yakni warga Desa Suka Julu, Desa Kutambaru, Desa Batu Mamak, Desa Pola Tebu, Desa Kutambelin, Desa Kuta Pengkih, Dusun Barisan, Dusun Kuta Kendit, dan Dusun Cerumbu yang berada di tiga kecamatan yakni Kecamatan Mardinding, Kecamatan Lau Baleng, dan Kecamatan Tiga Binanga.