Menurutnya, dalam keseharian di sekolah, tersangka SO dikenal sebagai siswa baik dan tak memiliki catatan buruk. Perkelahian yang terjadi antara korban dan tersangka ada unsur ketidaksengajaan hingga menghilangkan nyawa.
"Itu perbuatan tidak disengajanya. Katanya pelaku dan korban memang kerap saling ejek. Sekarang ini sudah nyesal. Anak ini baik sebetulnya,” ucapnya.
Atas kasus duel maut tersebut, penyidik Polres Dairi telah memeriksa tiga saksi. Mereka yakni guru dan dua siswa lain. Selama penyidikan, tersangka SO juga mendapat pendampingan orang tua dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).