Palak Bocah Rp2.000, Preman Bertato di Medan Menangis Ditangkap Polisi

Ahmad Ridwan Nasution
Preman kampung pemalak bocah pedagang asongan yang menangis saat ditangkap polisi di Medan. (Foto: iNews/Ahmad Ridwan Nasution)

Sementara itu, pelaku mengakui perbuatannya saat diinterogasi. Dia memukul bocah tersebut lantaran tidak diberi uang.

"Saya baru bangun dan lapar. Saya minta uang Rp2.000 untuk beli es tapi tidak diberi, jadi saya pukul," ujarnya. 

Pelaku berulang kali memohon ampun dan duduk di lantai sambil bersimpuh di depan polisi. Bahkan dia menangis setelah dihukum push-up hingga tangannya gemetaran. 

Setelah dimediasi, korban akhirnya memaafkan pelaku dengan catatan tak lagi melakukan pemalakan. Pelaku kemudian diganjar berjalan jongkok dan dibebaskan polisi.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Penggerebekan Lapak Sabu di Medan Mencekam, Polisi Dilempari Batu

57 tahun lalu

Penggerebekan Tempat Hiburan Malam di Medan, Ekstasi dan Miras Palsu Disita Polisi

57 tahun lalu

Kurir Ekspedisi di Medan Lawan 3 Begal, 1 Pelaku Tewas

57 tahun lalu

Terungkap! Ini Identitas dan Peran 4 Tersangka Narkoba di New Zone Medan

57 tahun lalu

Terekam CCTV! Pria Pakai Helm Curi Emas Senilai Rp400 Juta dalam Toko di Medan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal