Palak Bocah Rp2.000, Preman Bertato di Medan Menangis Ditangkap Polisi

Ahmad Ridwan Nasution
Preman kampung pemalak bocah pedagang asongan yang menangis saat ditangkap polisi di Medan. (Foto: iNews/Ahmad Ridwan Nasution)

Sementara itu, pelaku mengakui perbuatannya saat diinterogasi. Dia memukul bocah tersebut lantaran tidak diberi uang.

"Saya baru bangun dan lapar. Saya minta uang Rp2.000 untuk beli es tapi tidak diberi, jadi saya pukul," ujarnya. 

Pelaku berulang kali memohon ampun dan duduk di lantai sambil bersimpuh di depan polisi. Bahkan dia menangis setelah dihukum push-up hingga tangannya gemetaran. 

Setelah dimediasi, korban akhirnya memaafkan pelaku dengan catatan tak lagi melakukan pemalakan. Pelaku kemudian diganjar berjalan jongkok dan dibebaskan polisi.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
2 hari lalu

Sakit Hati Dipecat, Mantan Satpam Gasak 3 Motor Penghuni Kompleks di Medan

4 hari lalu

BBM Langka di Sejumlah SPBU Medan dan Deli Serdang, Antrean Kendaraan Mengular

4 hari lalu

Toko Suku Cadang Mobil di Medan Terbakar, Sumber Api dari Lantai 4

6 hari lalu

Medan Gempar! Pria Ditemukan Tewas di Halaman Apartemen Diduga Jatuh dari Lantai 12

12 hari lalu

Polrestabes Medan Bongkar Narkoba Modus Vape Pod Getar, 1 Pelaku Ditangkap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal