Sementara itu, pelaku mengakui perbuatannya saat diinterogasi. Dia memukul bocah tersebut lantaran tidak diberi uang.
"Saya baru bangun dan lapar. Saya minta uang Rp2.000 untuk beli es tapi tidak diberi, jadi saya pukul," ujarnya.
Pelaku berulang kali memohon ampun dan duduk di lantai sambil bersimpuh di depan polisi. Bahkan dia menangis setelah dihukum push-up hingga tangannya gemetaran.
Setelah dimediasi, korban akhirnya memaafkan pelaku dengan catatan tak lagi melakukan pemalakan. Pelaku kemudian diganjar berjalan jongkok dan dibebaskan polisi.